"Saudaraku setanah air, hari ini adalah hari yang sangat menentukan Bagi Sejarah Negara Kita, Arabasta ! dimana kita bisa Memilih Berperang demi Kedaulatan dan harga diri atau Hidup dalam Jajahan dan kebiadaban, Meski Jiwa raga sebagai pilihan atau bahkan menjadikan darah sebagai lautan namun kita tetap harus berjuang dan Bersatu, demi sebuah Pilihan Mulia yakni MERDEKA, Maka Hilangkan ego kita dan hapuslah perpecahan dari suku-suku agama-agama, bangsa dari ujung paling timur ke paling barat dari ujung selatan kepaling utara, Teriakan KEMENANGAN jangan Hanya Diam Karena diam adalah Penghianatan, ingat Ini PERANG SUCI, Perang Suci, Bukankah Bangsa Arabasta adalah Bangsa para Pejuang...?" Teriak pemimpin Negara Arabasta bernama Cobra dengan suara yang Khasnya sambil sekali kali memegang berewoknya yang tercukur rapi, sambil mengepal tangan khas pejuang kemerdekaan, orasi tersebut terjadi menyikapi serangan Boroque Works yang kemarin malam Membom baridir Ibukota Arabasta.
"Saudaraku Kita lahir di Tanah ini..., kita
tertawa di tanah ini...., kita bersedih ditanah ini..., kita jatuh dan berdiri
ditanah ini pula, maka..... tidak ada yang paling berhak atas tanah ini selain
kita Rakyat Arabasta. Ini Rumah Kita, disini pula kita akan dikuburkan
...." lanjutnya, Teriakan heroik tak dapat dibendung mewarnai pidato yang
dihadiri jutaan rakyat Pria, wanita, bahkan anak-anak tersebut.
" Siang tak akan membakar kita, dan malam tak
akan mampu menggelapkan kita, Biarkan Musuh Membawah Tombak Setan, kita
Akan Memotongnya dengan Tangan Tuhan...! dan mulai detik ini, hari ini.... akan
menjadi mimpi buruk bagi Mereka musuh-musuh kita, musuh musuh tuhan" lanjutnya dengan mengebu-gebu, sambil sesekali melepas
kacamatanya.
suasana pun semakin heroik, terdengar teriakan khas
Pejuang di tempat yang sangat lapang itu. tempat itu sering disebut masyarakat
dengak Taman Surga...! pidato pun terus berlanjut....
-
Tak lama, terdengar Suara desingan pesawat Terbang "ngeng.......ngeng.....ngeng" ! balasan tembakan Anti Pesawat tak kalah sigapnya... "duer-duer-dur......." namun satu bom berhasil
dijatuhkan Musuh....! meski pesawat tersebut tampak jatuh Tertembak, namun itu
tak merubah keadaan, bom yang jatuh berhasil Meledak"Blllllluuuaaaaaarrrrr................", Teriakan kesakitan berpadu dengan
Heroik terdengar ditaman Sorga, Patahan tangan, kepala, kaki, terlihat
berserakan... Taman sorga mendadak menjadi Neraka dengan lautan darah.
"Demi Tuhan, demi Tuhan, ini Perang Suci, Perang
Mulia perang dimana kebiadaban harus di musnakan....." belum selesai Bicara pemimpin Negara
Arabasta itu, terdengar kembali bunyi Pesawat......!"ngeng......ngeng" tembakan anti peluru pun disiagakan,
dan ketika Tampak pesawat musuh dengan Kecepatan tinggi....."duer...duer..duer..." namun tidak jelas tembakan anti
pesawat itu mengenai sasaran atau tidak, tidak dapat diketahui dengan
pasti, apakah pesawat itu tidak sempat atau memang tidak menjatuhkan bom. namun
kepanikan tidak dapat dihindari, teriakan histeris dan heroik bersatu padu lagi,
suasana traumatis sangat kental terlihat ditaman sorga paska
serangan pertama itu. namun ada satu hal yang terlihat cukup jelas
dilangit setelah pesawat tersebut menghilangkan jejak yaitu
hanya tampak beribu-ribu selebaran jatuh atau yang memang sengaja
dijatuhkan, Banyak warga yang tak berani membaca karena di kwatirkan terdapat
racun atau jebakan dalam selebaran itu. tapi sebagian mencoba memberanikan diri
untuk membaca selebaran yang berwarna warni itu, di luar dugaan, Tulisan dari
selebaran tersebut berbahasa lokal yang Berbunyi...:
“
Rakyat Arabasta yang sangat Kami Cintai, Kami datang
di negara Arabasta yang indah ini bukan untuk Perang atau Merusak, Bukan
untuk EMAS bukan pula Untuk Minyak, kami datang disini Hanya Untuk MISI SUCI
yakni pembebasan Rakyat Arabasta dari kekangan, Penindasan dan Pendzhaliman
dari Penguasa, kami tak bisa diam untuk membiarkan Penguasa Dzhalim Merusak
Keindahan Termbulan malam nan indah di negara Arabasta, Demi Tuhan Kami Boroque
Works.
Regard.
Crocodile
“
Tidak ada komentar:
Posting Komentar