Translate

Senin, 20 Januari 2014

PERANG SUCI ARABASTA


"Saudaraku setanah air, hari ini adalah hari yang sangat menentukan Bagi Sejarah Negara Kita, Arabasta ! dimana kita bisa Memilih Berperang demi Kedaulatan dan harga diri atau Hidup dalam Jajahan dan kebiadaban, Meski Jiwa raga sebagai pilihan atau bahkan menjadikan darah sebagai lautan  namun kita tetap harus berjuang dan Bersatu, demi sebuah Pilihan Mulia yakni  MERDEKA, Maka Hilangkan ego kita dan hapuslah perpecahan dari suku-suku agama-agama, bangsa dari ujung paling timur ke paling barat dari ujung selatan kepaling utara, Teriakan KEMENANGAN jangan Hanya Diam Karena diam adalah Penghianatan, ingat Ini PERANG SUCI, Perang Suci, Bukankah Bangsa Arabasta adalah Bangsa para Pejuang...?"
 Teriak pemimpin Negara Arabasta bernama Cobra dengan suara yang Khasnya   sambil sekali kali memegang berewoknya yang tercukur rapi, sambil mengepal tangan khas pejuang kemerdekaan, orasi tersebut terjadi menyikapi serangan Boroque Works yang kemarin malam Membom baridir Ibukota Arabasta.


"Saudaraku Kita lahir di Tanah ini..., kita tertawa di tanah ini...., kita bersedih ditanah ini..., kita jatuh dan berdiri ditanah ini pula, maka..... tidak ada yang paling berhak atas tanah ini selain kita Rakyat Arabasta. Ini Rumah Kita, disini pula kita  akan dikuburkan ...." lanjutnya, Teriakan heroik tak dapat dibendung mewarnai pidato  yang dihadiri jutaan rakyat Pria, wanita, bahkan anak-anak tersebut.
" Siang tak akan membakar kita, dan malam tak akan  mampu menggelapkan kita, Biarkan Musuh Membawah Tombak Setan, kita Akan Memotongnya dengan Tangan Tuhan...! dan mulai detik ini, hari ini.... akan menjadi mimpi buruk bagi Mereka musuh-musuh kita, musuh musuh tuhan"  lanjutnya dengan mengebu-gebu, sambil sesekali melepas kacamatanya.

suasana pun semakin heroik, terdengar teriakan khas Pejuang di tempat yang sangat lapang itu. tempat itu sering disebut masyarakat dengak Taman Surga...! pidato pun terus berlanjut....
-
Tak lama, terdengar Suara desingan pesawat Terbang "ngeng.......ngeng.....ngeng" ! balasan tembakan Anti Pesawat tak kalah sigapnya... "duer-duer-dur......." namun satu bom berhasil  dijatuhkan Musuh....! meski pesawat tersebut tampak jatuh Tertembak, namun itu tak merubah keadaan, bom yang jatuh berhasil Meledak"Blllllluuuaaaaaarrrrr................", Teriakan kesakitan berpadu dengan Heroik terdengar ditaman Sorga, Patahan tangan, kepala, kaki, terlihat berserakan... Taman sorga mendadak menjadi Neraka dengan lautan darah.

"Demi Tuhan, demi Tuhan, ini Perang Suci, Perang Mulia perang dimana kebiadaban harus di musnakan....." belum selesai Bicara pemimpin Negara Arabasta itu, terdengar kembali bunyi Pesawat......!"ngeng......ngeng" tembakan anti peluru pun disiagakan, dan ketika  Tampak pesawat musuh dengan Kecepatan tinggi....."duer...duer..duer..." namun tidak jelas tembakan anti pesawat itu  mengenai sasaran atau tidak, tidak dapat diketahui dengan pasti, apakah pesawat itu tidak sempat atau memang tidak menjatuhkan bom. namun kepanikan tidak dapat dihindari, teriakan histeris dan heroik bersatu padu lagi, suasana traumatis sangat kental terlihat  ditaman sorga  paska serangan pertama itu. namun  ada satu hal yang terlihat cukup jelas dilangit  setelah pesawat tersebut menghilangkan jejak yaitu  hanya  tampak beribu-ribu selebaran  jatuh atau yang memang sengaja dijatuhkan, Banyak warga yang tak berani membaca karena di kwatirkan terdapat racun atau jebakan dalam selebaran itu. tapi sebagian mencoba memberanikan diri untuk membaca selebaran yang berwarna warni itu, di luar dugaan, Tulisan dari selebaran tersebut berbahasa lokal yang Berbunyi...:

Rakyat Arabasta yang sangat Kami Cintai, Kami datang di negara Arabasta yang indah ini bukan untuk  Perang atau Merusak, Bukan untuk EMAS bukan pula Untuk Minyak, kami datang disini Hanya Untuk MISI SUCI yakni pembebasan Rakyat Arabasta dari kekangan, Penindasan dan Pendzhaliman  dari Penguasa, kami tak bisa diam untuk membiarkan Penguasa Dzhalim Merusak Keindahan Termbulan malam nan indah di negara Arabasta, Demi Tuhan Kami  Boroque Works.

Regard.
Crocodile

Tidak ada komentar:

Posting Komentar